Signal itu sudah mulai nampak secara ekektoral dalam angka survei itu. Di mana, karena politik Pilgub NTT itu refleksi dari fragmentasi politik nasional, maka ketika Melki Laka Lena dielus oleh para elit KIM untuk mewakili soliditas KIM di NTT, maka aliran ceruk dukungan elektoral pemilih partai-partai KIM di hampir semua kabupaten/kota di NTT itu pelan tapi pasti akan terus  terarah untuk Melki Laka Lena. Inilah keuntungan berikutnya yang membuat Melki Laka Lena unggul dalam survei.

“Menurut saya, jika politik nasional terus terfragmentasi antara partai koalisi pemerintah dan non pemerintah, terutama PDIP vs Jokowi, maka keuntungan nanti akan sangat kuat terrefleksi dalam aliran dukungan elektoral untuk Melki Laka Lena di NTT. Sebab, bagaimana pun juga Melki Laka Lena diuntungkan oleh posisinya yang menjadi Ketua TKD Prabowo-Gibran di NTT saat Pilpres kemarin. Dengan hubungannya yang sangat baik dengan Jokowi dan Prabowo sebagai penerus Jokowi, maka tidak bisa dipungkiri bahwa Melki punya dua tangan tak kelihatan yang menguntungkannya dalam kampanye,” sebut Rajamuda Bataona.