Mengapa Melki bisa dominan seperti itu? Menurut, Rajamuda Bataona, variabel paling kuat dari Melki Laka Lena adalah kepribadiannya. Itu semacam modal sosial dan budaya yang paling kuat dari Melki Laka Lena.

“Melki punya kepribadian yang humble dan mampu diterima di semua kalangan. Dengan cara komunikasinya yang cair dan akrab, Melki Laka Lena selama ini sukses menembus semua lapisan dan sekat sosial cultural dan sekat-sekat politik di NTT. Di hampir semua segmen pemilih dengan latar cultural berbeda, termasuk Suku dan Agama yang sulit ditembus, Melki Laka Lena bisa diterima,” jelasnya.

“Cara dia membranding dirinya sebagai saudara untuk semua membuat dia beberapa langkah di depan figur lain. Nah, ini menjelaskan bahwa kepribadian Melki Laka Lena memang unik. Dia punya karakter sebagai politisi yang luwes bergaul. Keluwesan, kesederhanaan dan sikap humble dengan terus turun berkarya di hampir semua kabupaten inilah yang membuat Melki punya investasi sosial yang lebih baik,” sebutnya menambahkan.

Hal itu dijelaskan Rajamuda Bataona, terkonfirmasi dalam angka-angka survei itu. Artinya banyak pemilih yang sudah mengenal dia, sudah menetapkan pilihan kepadanya. Selain kepribadian Melki Laka Lena sebagai daya pikat, angka dalam hasil survei itu juga menjelaskan bahwa Melki Laka Lena memang merepresentasikan soliditas suara partai-partai KIM di NTT.

Signal itu sudah mulai nampak secara ekektoral dalam angka survei itu. Di mana, karena politik Pilgub NTT itu refleksi dari fragmentasi politik nasional, maka ketika Melki Laka Lena dielus oleh para elit KIM untuk mewakili soliditas KIM di NTT, maka aliran ceruk dukungan elektoral pemilih partai-partai KIM di hampir semua kabupaten/kota di NTT itu pelan tapi pasti akan terus  terarah untuk Melki Laka Lena. Inilah keuntungan berikutnya yang membuat Melki Laka Lena unggul dalam survei.

“Menurut saya, jika politik nasional terus terfragmentasi antara partai koalisi pemerintah dan non pemerintah, terutama PDIP vs Jokowi, maka keuntungan nanti akan sangat kuat terrefleksi dalam aliran dukungan elektoral untuk Melki Laka Lena di NTT. Sebab, bagaimana pun juga Melki Laka Lena diuntungkan oleh posisinya yang menjadi Ketua TKD Prabowo-Gibran di NTT saat Pilpres kemarin. Dengan hubungannya yang sangat baik dengan Jokowi dan Prabowo sebagai penerus Jokowi, maka tidak bisa dipungkiri bahwa Melki punya dua tangan tak kelihatan yang menguntungkannya dalam kampanye,” sebut Rajamuda Bataona.