Dijelaskan, hasil tersebut merupakan sebuah refleksi bahwa sosok Melki Laka Lena memang paling tinggi tingkat ketersukaan dan keterpilihannya di tengah pemilih NTT.

Artinya, data survei ini bisa dipakai untuk mengasumsikan bahwa Melki Laka Lena itu punya kans yang besar dan terbuka untuk memenangkan pertarungan, sekeras apa pun pertarungan nanti. Karena Melki sudah punya modal dasar yang solid di level pemilih.

Dengan tingkat keterpilihannya paling tinggi, jika diadu dengan semua calon, maka Melki Laka Lena butuh fokus untuk menuntaskan misinya memenangkan Pilgub.

“Angka-angka yang saya baca memang menjelaskan dominasi Melki Laka Lena itu. Meskipun dalam hal pencitraan di media sosial Melki Laka Lena masih kalah dari figur lainnya, tapi dalam hal kedalaman dukungan, kekuatan dan soliditas topangan akar rumput Melki Laka Lena masih jauh unggul dari calon lainnya,” ujarnya.

Mengapa Melki bisa dominan seperti itu? Menurut, Rajamuda Bataona, variabel paling kuat dari Melki Laka Lena adalah kepribadiannya. Itu semacam modal sosial dan budaya yang paling kuat dari Melki Laka Lena.