Ia melanjutkan, selain berguna untuk membuka keterisolasian, alat excavator juga bisa berfungsi dalam situasi tanggap darurat di setiap pulau di Kabupaten Flores Timur.

“Berangkat dari bencana 4 April 2021. Banyak korban yang tidak terbantu karena alat berat. Kita harus tunggu mobilisasi dari Larantuka. Selain itu, kita bisa manfaatkan untuk menggarap lahan tidak produktif di sektor pertanian untuk membuka food estate,” terangnya.

Stef Ola Demon mengaku, hampir seluruh pusat-pusat produksi pertanian di Flores Timur masih terisolir, sehingga wilayah-wilayah yang terisolir harus bisa dibuka, untuk memudahkan membangun ketahanan pangan dan distribusi komoditi lokal.

Selain sektor pertanian, Stef Ola Demon menyebut, potensi unggulan adalah perikanan dan kelautan yang belum dieksplor secara maksimal.

“Itu harus kita selesaikan dari hulu ke hilir. Jangan hanya hulunya saja. Hilirnya kita targetkan membuat industri atau pabrik pengalengan ikan, sehingga ada penyerapan tenaga kerja di situ,” terangnya.