Dikatakannya, berangkat dari panggilan jiwa untuk membangun kampung halaman, Stef Ola Demon kemudian mengajak investor untuk berinvestasi di Flores Timur. Hasilnya lobinya pun berhasil, sehingga perusahaan tersebut mau berinvestasi di Flores Timur.

Setelah melaksanakan pembangunan di sana, masyarakat yang menikmati hasil pembangunan tersebut meminta, agar keterisolasian antar kecamatan dan desa juga bisa dibuka.

“Kalau mau andalkan alat dari perusahan pun tidak cukup. Mau harap daari pemerintah juga punya keterbatasan. Dari situ saya berpikir bahwa kalau kita tidak masuk dalam sistem, sampai kapan pun keterisolasian di Flotim tetap seperti itu. Karena tidak ada terobosan,” tegas Stef Ola Demon.

Terobosan yang dimaksud adalah bagaimana menghadirkan alat-alat berat di setiap pulau untuk membuka keterisolasian.

“Kalau 2 excavator kita buang di Adonara, Solor dan daratan Flores, maka dalam rentang 2-3 tahun, keterisolasian bisa dibuka. Kita bisa buka lingkar luar pulau Solor, Adonara dan daratan Flores. Setelah itu kita buat jejaring laba-laba untuk membuka keterisolasian. Tinggal saja excavator ini dikelola di tingkat Kecamatan bersama Kepala Desa,” terangnya.