Kupang, KN – Stefanus Ola Demon merupakan salah satu sosok yang digadang-gadang akan bertarung dalam Pilkada Flores Timur 27 November 2024 mendatang.
Stef bukan orang baru bagi masyarakat Kabupaten Flores Timur. Sebagian hidupnya telah diabdikan untuk masyarakat. Mulai dari sumbangsih pikiran sebagai akademisi, hingga membangun infrastruktur di Kabupaten Flores Timur.
Lantas apa yang menjadi visi besar Stef Ola Demon untuk bertarung untuk menjadi Bupati di Pilkada Flores Timur 2024? Ditemui awak media di ruang kerjanya belum lama ini, Stef Ola Demon memaparkan visi besarnya untuk membangun Kabupaten Flores Timur.
Ia mengatakan, keinginannya untuk menjadi Bupati Flores Timur berasal dari panggilan jiwa, untuk pulang ke kampung dan mengabdikan dirinya untuk membangun Kabupaten Flores Timur.
Sejak tahun 2010, ia sudah berkiprah dan mengabdi untuk pembangunan di Kabupaten Flores Timur khususnya Adonara. Saat itu, ia terlibat langsung dalam pembangunan jembatan fery.
“Waktu pulang kampung, saya melihat situasi infrastruktur masih buruk. Sehingga saya terpanggil untuk membangun kampung asal saya,” kata Stef kepada wartawan di Kupang.
Dikatakannya, berangkat dari panggilan jiwa untuk membangun kampung halaman, Stef Ola Demon kemudian mengajak investor untuk berinvestasi di Flores Timur. Hasilnya lobinya pun berhasil, sehingga perusahaan tersebut mau berinvestasi di Flores Timur.
Setelah melaksanakan pembangunan di sana, masyarakat yang menikmati hasil pembangunan tersebut meminta, agar keterisolasian antar kecamatan dan desa juga bisa dibuka.
“Kalau mau andalkan alat dari perusahan pun tidak cukup. Mau harap daari pemerintah juga punya keterbatasan. Dari situ saya berpikir bahwa kalau kita tidak masuk dalam sistem, sampai kapan pun keterisolasian di Flotim tetap seperti itu. Karena tidak ada terobosan,” tegas Stef Ola Demon.
Terobosan yang dimaksud adalah bagaimana menghadirkan alat-alat berat di setiap pulau untuk membuka keterisolasian.
“Kalau 2 excavator kita buang di Adonara, Solor dan daratan Flores, maka dalam rentang 2-3 tahun, keterisolasian bisa dibuka. Kita bisa buka lingkar luar pulau Solor, Adonara dan daratan Flores. Setelah itu kita buat jejaring laba-laba untuk membuka keterisolasian. Tinggal saja excavator ini dikelola di tingkat Kecamatan bersama Kepala Desa,” terangnya.







Tinggalkan Balasan