LLDIKTI Wilayah XV NTT Gelar Sosialisasi dan Penguatan Kapasitas Satgas PPKS

Jasinta Florentina Pahba Swan (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan sosialisasi dan penguatan kapasitas Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Neo Kupang, Selasa (25/6/2024) pagi, dan dihadiri oleh sejumlah dosen perguruan tinggi swasta di Nusa Tenggara Timur.

Penanggungjawab Satgas PPKS LLDIKTI Wilayah XV NTT Jasinta Florentina Pahba Swan mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk 58 perguruan tinggi swasta yang berada di bawah LLDIKTI XV NTT.

“Semuanya kami undang untuk hadir secara luring. Harus luring, karena kegiatan penguatan kapasitas ini memang harus dihadiri sendiri,” ujar Yasinta kepada wartawan di Kupang.

Menurutnya, materi-materi yang diberikan dalam kegiatan sosialisasi tersebut adalah pengenalan kekerasan seksual, bentuk-bentuk kekerasan, teknik investigasi, serta pengenalan lembaga-lembaga rujukan untuk penanganan kasus kekerasan.

“Kita undang semua, tapi yang baru konfirmasi hadir sekitar 45 PTS. PTS dari luar Kota Kupang sekitar 10 PTS hadir. Kalau di dalam Kota Kupang, kita minta semua harus hadir. Sehingga mereka benar-benar dibekali dengan pengetahuan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Gedung Ikonik Rektorat Unwira, Sebuah Master Plan Berkonsep Salib

Ia menegaskan, pembentukan Satgas PPKS sangat penting. Dampak dari pembentukan Satgas ini, pihaknya mendapat banyak sekali laporan kekerasan yang terjadi di wilayah kampus.

Dijelaskan Jasinta, proses pembentukan Satgas PPKS dimulai dari pendaftaran admin portal khusus PPKS, kemudian penentuan calon Pansel.

Pasca penetapan calon Pansel, maka Satgas harus mengikuti pelatihan di link cerdas berkarakter Kemendikbud. Setelah dinyatakan lulus pelatihan calon Pansel, maka mereka akan bergerak ke Pansel Aktif.

“Setelah di tahap Pansel Aktif, harus dilakukan uji publik dari aparat Kepolisian, LSM peduli perempuan, dan pihak-pihak terkait, untuk mewawancara calon Satgas apakah mereka bebas dari persoalan kekerasan dan hukum,” terangnya.

Jasinta menambahkan, saat ini sudah ada 10 PTS di NTT yang sudah memiliki Satgas. Sementara 15 PTS sudah sampai di tahap Pansel Aktif. Ke depan, ditargetkan semua PTS di NTT sudah harus punya Satgas PPKS. (*)

error: Content is protected !!