Dengan pertumbuhan positif ini, Bank NTT tinggal menunggu izin prinsip dari Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake untuk membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank DKI, guna memenuhi permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemenuhan MIM atau Modal Inti Minimum Rp3 Triliun.
Modal inti minimum yang ada di Bank NTT saat ini sudah terkumpul Rp2,4 Triliun lebih. Hanya butuh Rp641Miliar untuk memenuhi modal inti Rp3 Triliun pada 31 Desember 2023.
Itu mengapa, izin prinsip dari Pj Gubernur NTT sangat penting. Karena izin prinsip ini akan menentukan keberlanjutan proses pembentukan KUB Bank NTT bersama Bank DKI.
Due diligent, audit, dan penilaian saham serta aspek bidang usaha yang mau dikembangkan bersama Bank DKI, sangat bergantung pada izin prinsip dari Pj Gubernur NTT selaku pemegang saham mayoritas. (*)



Tinggalkan Balasan