Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, Bank NTT saat ini memiliki 33 unit mesin CRM, 215 unit mesin ATM, 17.995 unit merchant QRIS, 1.187 unit EDC Merchant, 8.223 agen Di@ Bis@, 1.793 agen laku pandai, 119.929 pengguna B-Pung Mobile, serta 8 kas titipan BI, dan 3 unit money changer.
Hingga saat ini, layanan jaringan kantor Bank NTT yang tersebar di seluruh wilayah NTT sebanyak 218 jaringan kantor yang terdiri dari 1 Kantor Pusat, 23 Kantor Cabang, 46 Kantor Cabang Pembantu, 116 Kantor Fungsional, 25 PP, dan 8 Kas Mobil.
Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan profit dan produktivitas kantor Bank NTT, telah dilakukan penataan layanan bisnis pada 116 kantor Fungsional Bank NTT yaitu 39 Kantor Fungsional Layanan Dana dan 77 Kantor Fungsional Layanan Kredit.
Dengan pertumbuhan positif ini, Bank NTT tinggal menunggu izin prinsip dari Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake untuk membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank DKI, guna memenuhi permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemenuhan MIM atau Modal Inti Minimum Rp3 Triliun.
Modal inti minimum yang ada di Bank NTT saat ini sudah terkumpul Rp2,4 Triliun lebih. Hanya butuh Rp641Miliar untuk memenuhi modal inti Rp3 Triliun pada 31 Desember 2023.
Itu mengapa, izin prinsip dari Pj Gubernur NTT sangat penting. Karena izin prinsip ini akan menentukan keberlanjutan proses pembentukan KUB Bank NTT bersama Bank DKI.
Due diligent, audit, dan penilaian saham serta aspek bidang usaha yang mau dikembangkan bersama Bank DKI, sangat bergantung pada izin prinsip dari Pj Gubernur NTT selaku pemegang saham mayoritas. (*)







Tinggalkan Balasan