“Saya mau sampaikan kepada masyarakat, bahwa bank anda Bank NTT dalam keadaan baik-baik saja. Jadi bahasanya jangan dikategorikan negatif seolah-olah bank ini dalam keadan tidak baik. Itu tidak boleh. Bank ini baik-baik saja, tapi perlu tindakan-tindakan antisipatif,” ujarnya.
Piet Jemadu menegaskan, penambahan modal disetor sebesar Rp3 Triliun juga akan membuat bank menjadi lebih kuat. Karena tujuan OJK menambah modal disetor, adalah untuk menyanggah risiko, dan meningkatkan daya tahan bank apabila terjadi goncangan-goncangan sektor keuangan.
“Kita tahu bahwa pada level geopolitik terjadi transisi kekuasaan di Indonesia. Pasar uang maupun pasar modal masih wait and see terhadap sepak terjang pemerintah baru. Belum lagi tekanan peningkatan ekskalasi perang di mana-mana yang diberitakan secara global, maka akan berpengaruh. Karena kita tidak hidup diri sendiri. Gangguan di negara lain berpengaruh pada kita,” terangnya.
“Jadi daya tahan Bank NTT maksud saya masih baik, tetapi memang harus mengikuti saran-saran yang penting dari otoritas. Karena otoritas paling bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup ekonomi Indonesia, dan pembangunan usaha perbankan, karena pembangunan usaha perbankan berhadapan langsung dengan kehidupan negara dan rakyat,” sambungnya.



Tinggalkan Balasan