“Telur ini tidak akan mengandung penyebab DBD. Nyamuk Aedes Agepty yang dulunya kalau gigit kita membawa penyebab DBD itu tidak akan ada lagi, ” ungkapnya.
Metode ini dinilai tepat dan bisa dipakai untuk menekan produksi nyamuk DBD sehingga kemampuan nyamuk untuk menggigit dan menularkan DBD tidak ada lagi.
“Metode Wolbachia ini memperbanyak nyamuk yang sudah disuntikan zat pencegah DBD. Sehingga nyamuk banyak tetapi tidak menularkan DBD lagi, karena 60 persen nyamuk itu sudah tercampur Wolbachia,” cetus Melki.
Ketua DPD I Partai Golkar NTT ini menambahkan, pemerintah sedang berusaha untuk menekan kasus DBD di Indonesia dengan pola Wolbachia.
“Aktivitas foging nyamuk menurun, dan penyakit DBD juga menurun. Intinya kami minta Kemenkes untuk memperkuat sosialisasi Wolbachia di daerah-daerah, ” tandasnya.
Ia berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang belum dipastikan kebenarannya. (*)





Tinggalkan Balasan