Orang-orang yang mengambil jalan pintas mengakhiri hidup, kata Emile, cenderung sangat berbanding terbalik dengan usaha sebagian besar manusia yang berusaha agar berumur panjang.
Tesis yang paling mendekati apa yang sudah diramalkan Emile adalah Egoistic Suicide.
Itu merupakan bunuh diri yang terjadi karena adanya integrasi sosial yang terlalu lemah. Hubungan sosial yang dilakukan dalam masyarakat atau sebuah kelompok yang dimilikinya tidak begitu mengikat.
Pendapat lain misalnya, Humsona (2004, h. 60) mengemukakan bahwa bunuh diri merupakan tindakan merusak diri sendiri yang berakibat pada kematian.
Sedangkan, menurut Reber & Reber (2010, h. 948) definisi bunuh diri, yaitu seseorang yang dengan niatan dan kesengajaan membunuh dirinya sendiri atau melakukan tindakan mengambil nyawanya sendiri.
Gereja dan Kita
Sebagai kelompok mayoritas di NTT umumnya dan Kota Kupang khususnya, Gereja tidak boleh diam dan menganggap sepele persoalan kesehatan mental dan bunuh diri.
Sebab, Gereja sendiri memiliki peran yang sangat fundamendal. Gereja tidak hanya sebatas mengajarkan soal moral dan moril, kehidupan yang layak sesuai dengan ajaran Kitab Suci juga soal mengenai apakah kehidupan orang-orang disekitarnya mengalami apa yang dinamakan tentram atau tidak.



Tinggalkan Balasan