DALAM kurun waktu 4 bulan belakangan, sebanyak tiga orang mahasiswa di Kupang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Dua korban memilih gantung diri, satu lainnya, mengambil jalan nahas mengakhiri ziarah hidupnya dengan lompat ke Jembatan Liliba, Kota Kupang.
Mereka sama-sama ditemukan tewas, tidak berdaya dan tidak bisa tertolong.
Pertama, Mahasiswi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kupang berinisial AKL bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (10/10/2023).
Kedua, Pekan kemarin, Warga RT 13 B/RW 06, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihebohkan peristiwa gantung diri.
Seorang mahasiswa berinisial ARD alias Atan (24) ditemukan tewas gantung diri.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang ditemukan tewas dalam kamar kostnya di wilayah Penfui, Senin (30/10/2023) siang. Mahasiswa jurusan Ilmu Politik semester XIII ini ditemukan tewas dengan posisi gantung diri menggunakan tali di kamar ujung.



Tinggalkan Balasan