“Sedangkan mahasiswi dari Manggarai Timur sama sekali tidak pernah kuliah karena belum masuk jadi mahasiswa. Dia terdeteksi di pangkalan data PMB. Kami sempat mendaftar pada 2019 tapi tidak lengkapi berkas yang dibutuhkan, sehingga dianggap mengundurkan diri,” jelasnya.
“Kalau yang dari Matim, orang tua datang karna diberitahu sama anaknya bahwa dia mau wisuda. Jadi ada 2 kasus, yang satu orang tua diajak sama anak untuk ikut wisuda dari Matim, dan kedua, orang tua yang hanya datang tanya anaknya karena tidak diwisuda,” sambung Payong.
Ia menjelaskan, mahasiswi dari Manggarai Barat yang berinisial OG tersebut merupakan Prodi Matematika.
“Dia masuk tahun 2019 dan hanya aktif di semester ganjil dan genap 2019/2020. Setelah itu tidak aktif dan menghilang,” ujarnya.
Sedangkan lanjut Marsel, mahasiswi yang berasal dari Manggarai Timur tersebut berinisial LJ.
“Yang dari Matim, pada saat wisuda berlangsung dia bersembunyi di salah satu sudut di luar Aula Asumta. Dia tidak masuk karena penjagaan dan pemeriksaaan ketat. Setelah acara wisuda baru dia muncul ajak bapa mamanya foto-foto. Lalu ditanya mana pakaian wisuda? Katanya dipinjam teman,” pungkas Marsel. (*)





Tinggalkan Balasan