Sipri menambahkan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti Ja’i sangat luar biasa. Pasalnya orang Ngada dan Nagekeo yang ada di Kupang berjumlah sekitar belasan ribu.
“Kalau semua hadir, maka area ini tidak bisa tertampung,” pungkasnya.
Anggota IKADA Darius Tiwuhero menyampaikan, Ja’i adalah kekhasan budaya masyarakat Kabupaten Ngada.
Ja’i adalah sebuah kebanggaan masyarakat Kabupaten Ngada yang sering ditampilkan saat iven-iven tertentu misalnya saat acara bangun rumah baru dan tahbisan pastor.
“Harapan dari kegiatan ini adalah untuk merekat seluruh keluarga IKADA dan IKEBANA guna mempersatukan diri memajukan NTT. Ini merupakan suatu warisan budaya yang kami wariskan ke generasi muda untuk melestarikan Ja’i ini ke depan,” ucapnya.
Mewakili pengurus IKEBANA, Hilarius Minggu mengatakan, lewat Ja’i masal tersebut, pihaknya ingin menggelorakan semangat Hari Sumpah Pemuda.
“Semangat itu bukan hanya anak muda. Tetapi walaupun sudah umur 60-an, kita tetap semangat untuk memperingati Sumpah Pemuda,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan