“Mereka tidak bisa masuk karena saya menghadang di depan pintu rumah adik saya. Karena tidak masuk mereka menendang jendela dan melempar rumah adik saya,” cetusnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, anehnya KJ dan teman-temannya datang hanya menyerang padahal dalam hajatan syukuran itu mereka tak di undang.
kendati demikian, usai peristiwa brutal itu lanjut dia, KJ dan kawan-kawan langsung mendatangi rumah RT di desa Lungar.
“Setelah kejadian penyerangan Kampianus dan kawan-kawannya, saya bingung kenapa RT desa Lungar memanggil saya. Padahal situasinya sangat panas sekali. Saya tidak mengahadap ke rumah RT pak, karena saya tahu KJ dan kawan-kawannya berada di rumah RT,” tandasnya.
Karena tidak ikut mengahadap RT, Kasianus pun diminta ketua RT desa Lungar agar bisa ke rumahnya pada pagi hari (16/10).
Tetapi Kasianus Pan menapik untuk memilih dan melaporkan peristiwa penyerangan yang menimpanya bersama keluarga ke Polisi melalui Polsek Satar Mese.
“Saya tidak mengetahui untuk apa mereka memanggil saya. Saya takut untuk keluar malam. Pada pagi hari mereka memanggil saya ke rumah RT, tapi saya lebih memilih ke Polsek Satar Mese untuk melaporkan pengeroyokan dan pengrusakan rumah adik saya,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan