Mantan jurnalis televisi dan penggiat keberlanjutan, Rike E. Amru, juga memberikan pandangannya tentang fenomena flexing atau pamer di kalangan ASN.

Menurut Rike, flexing seringkali muncul karena seseorang ingin mendapatkan pengakuan sosial, menutupi rasa rendah diri, atau bahkan untuk motif finansial.

Namun, Rike menekankan bahwa jika seseorang memilih untuk memamerkan diri, harus dilakukan dengan cara yang inspiratif dan berdampak positif.

Rike juga setuju dengan Prof. Zudan dan narasumber sebelumnya bahwa flexing bukanlah larangan mutlak, tetapi harus dilakukan dengan cerdas dan berfokus pada pesan yang dapat mendorong orang untuk berbuat lebih baik.

Selain membahas dampak sosial dan psikologis dari flexing, Rike Amru juga mencatat beberapa risiko yang mungkin timbul ketika seseorang terlalu sering melakukan flexing.

“Termasuk risiko hukum, kehilangan pekerjaan, dan dampak negatif pada kesehatan mental,” ungkap Rike Amru.

Webinar ini dipandu oleh Fitri Novitasari, S.Sos, M.T, Anggota KORPRI di Kementerian LHK, dan diikuti oleh 1.000 partisipan melalui Zoom Meeting. (*/kn)