Semuel Haning mengajak semua guru di NTT, agar selalu memberikan yang terbaik dalam mengabdi di dunia pendidikan dengan spirit pengampunan. “Tugas seorang guru adalah membalas dendam dengan cara mengampuni,” pungkasnya.
Khrestofel Natu Teteskan Air Mata
Sementara guru Khrestofel Natu meneteskan air mata, saat menerima bantuan kemanusiaan sebagai bukti solidaritas dari Ketua PGRI NTT Dr. Semuel Haning SH., MH., CMe.CPArb.
Ia mengaku sangat terharu dengan bukti solidaritas dan perhatian terhadap gurj yang ditunjukan oleh pengurus PGRI NTT maupun PGRI Kota Kupang.
“Saya merasa kemarin itu saya tidak kuat. Tetapi ketika PGRI menyatakan membantu, saya merasa ada kekuatan buru,” ujar Khrestofel Natu.
Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PGRI NTT, karena jika tanpa bantuan tersebut, dirinya sudah dipenjara dan pastinya diberhentikan dari ASN.
“Saya berterima kasih atas antusiasnya di dalam mengambil langkah, dalam proses yang saya alami,” ungkapnya.
Ketua PGRI Kota Kupang Aplonia Dethan menyampaikan, PGRI merupakan satu-satunya wadah yang dimiliki oleh guru.



Tinggalkan Balasan