Saat ini hampir 60 persen narkoba masuk lewat laut. Sehingga BNN Provinsi NTT tetap insentif bekerja sama dengan Dirjen Perhubungan Laut dan stakeholder terkait, untuk mencegah masuknya narkoba.
“Karena lewat laut itu sangat memungkinkan. Karena mobil bisa masuk kapal, dan begitu banyak penumpang yang menyebabkan deteksinya agak minim. Kalau lewat bandara ada alat deteksi, tapi kalau di laut agak kurang (dideteksi). Jadi saya melihat intensinya kita kemarin dengan jasa pengiriman, tetapi sekarang mereka (pengedar narkoba) akan merubah lewat laut,” ungkapnya.
Brigjen Pol Riki Yanuarfi, S.H.,M.Si menambahkan, walaupun di wilayah NTT potensi peredaran narkoba relatif kecil, namun BNN Provinsi NTT tetap gencar melakukan upaya-upaya pencegahan.
“Untuk itu kita mengajak semua komponen bekerja sama. Terutama pelabuhan masuk baik udara maupun laut, sehingga kita bisa mendeteksi dengan dini perederan narkoba di NTT,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan