Sementara Feri Johana, Green Growth Planning and Policy Specialist, ICRAF Indonesia, menyatakan, ebagai sebuah proses penapisan (proses analisis dengan dokumen lainnya) aspek lingkungan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, maka KLHS RTRWP Nusa Tenggara Timur perlu memperhatikan beberapa aspek penting yang sesuai dengan konteks kondisi daerah, seperti bagaimana merespon perubahan iklim, ketahanan pangan, dan pengelolaan lahan berkelanjutan untuk memenuhi berbagai target pengembangan sektor, serta peran perempuan dalam pembangunan.
Menurut Feri, Konsultasi Publik ke-3 ini salah satunya ditujukan untuk memastikan beberapa hal tersebut, sehingga kesepakatan dapat terbentuk dan rekomendasi pada tingkat kebijakan, rencana, dan program bersifat lebih komprehensif, dan dapat menjawab isu paling strategis di Provinsi NTT.
ICRAF Indonesia terlibat dalam proses penyusunan KLHS Provinsi NTT melalui proyek Land4Lives yang didukung oleh Global Affair Canada (GAC), yang selama satu setengah tahun ini telah bermitra dengan Pemprov. Dimana Land4Lives bertujuan untuk mendorong perbaikan tata kelola bentang lahan, peningkatan penghidupan tahan iklim, penguatan ketahanan pangan, dan memperkuat mitigasi/adaptasi perubahan iklim. (*)



Tinggalkan Balasan