“Virus rabies itu, bagian luarnya lemah. Dia akan lenyap bersama deterjen. Jadi harus cuci selama 15 menit,” ungkap Ruth Laiskodat.
Dia menjelaskan, masyarakat yang terkena gigutan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat VAR dan Serum sebagai upaya pencegahan.
“Untuk NTT 115 warga yang terkena gigitan. Tapi yang dirawat inap 1 orang,” ucapnya.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Pricilia Parera mengatakan, virus rabies sudah menyebar dari Flores ke daratan Timor, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
“Dengan adanya penularan penyakit rabies ini, Bapak Gubenrur pada tanggal 1 Juni 2023 lngsung mengunjungi lokasi kejadian di TTS. Dan beliau sudah menyampaikan ke seluruh Bupati yang masuk dalam zona merah untuk bekerja secara masif menangani penyakit rabies,” ujar Pricilia.
Menurut Pricilia, saat mengunjungi Kabupaten TTS, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat langsung menelepon Menteri Kesehatan untuk meminta vaksin dan serum.
Permintaan ini langsung direspons, sehingga NTT mendapat bantuan vaksin dan serum untuk penanganan rabies.



Tinggalkan Balasan