“Perlu vaknisasi terhadap hewan penular rabies, untuk mendapat kekebalan kelompok atau herd immunity, di mana 70 persen dari populasi harus divaksin,” ucapnya.

Meski demikian, ia juga menegaskan dan mengimbau masyarakat, agar hewan penular rabies harus diikat atau dikandangkan.

“Karena kalau diikat, maka otomatis akan terbebas dari anjing yang terinveksi rabies. Hewan penular rabies harus diikat, dipelihara, dan diberi makan dengan baik, sehingga hewan tersebut tidak bersosialisasi dengan anjing-anjing lain,” tegasnya.

Lisapaly menambahkan, hewan yang tertular rabies dapat dikenali melalui sejumlah tanda, diantaranya hewan tersebut akan menyendiri, reaktif mau menggigit apa saja, gelisah, takut air, dan takut cahaya.

“Kalau sudah seperti itu, segera melapor atau bisa dimusnahkan tapi dengan cara kesejahteraan hewan,” pungkasnya.

Kadis Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT Ruth Diana Laiskodat menyampaikan, jika masyarakat terkena gigitan, maka harus mencuci luka dengan air menggunakan deterjen.