“Bagaimana tidak, parkiran motor mereka itu penuh memadati badan jalan, bahkan ada yang menutupi gerbang pintu masuk rumah warga,” sambungnya.

Sementara itu, Roni Hocu yang merupakan pengelola atau salaku pemilik lahan judi sabung ayam itu kepada media ini mengaku bahwa sabung ayam yang ia kelola itu sudah berlangsung satu Minggu.

“Baru satu Minggu itu. Kita buka setiap hari dan mainnya sore hari. Baru saya pegang ini. Sebelumnya adik saya yang pegang, waktu itu tidak ada yang main. Jadi para pemain akhirnya mereka maen di Cancar. Kalau disana itu masih ada dan masih bermain (dekat Pasir),” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku bahwa tempat atau lokasi judi sabung ayam itu merupakan pindah lokasi yang sebelumnya di wilayah perkuburan Rowang, tepatnya di belakang kantor TVRI.

Ia mengaku pindah dari lokasi itu lantaran pernah digerebek oleh pihak kepolisian Polres Manggarai.

“Sebelumnya disana, tempat yang sekarang itu tempat baru, karena di lokasi yang lama itu tidak nyaman,” lanjutnya.