“Bagaimana tidak, parkiran motor mereka itu penuh memadati badan jalan, bahkan ada yang menutupi gerbang pintu masuk rumah warga,” sambungnya.

Sementara itu, Roni Hocu yang merupakan pengelola atau salaku pemilik lahan judi sabung ayam itu kepada media ini mengaku bahwa sabung ayam yang ia kelola itu sudah berlangsung satu Minggu.

“Baru satu Minggu itu. Kita buka setiap hari dan mainnya sore hari. Baru saya pegang ini. Sebelumnya adik saya yang pegang, waktu itu tidak ada yang main. Jadi para pemain akhirnya mereka maen di Cancar. Kalau disana itu masih ada dan masih bermain (dekat Pasir),” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku bahwa tempat atau lokasi judi sabung ayam itu merupakan pindah lokasi yang sebelumnya di wilayah perkuburan Rowang, tepatnya di belakang kantor TVRI.

Ia mengaku pindah dari lokasi itu lantaran pernah digerebek oleh pihak kepolisian Polres Manggarai.

“Sebelumnya disana, tempat yang sekarang itu tempat baru, karena di lokasi yang lama itu tidak nyaman,” lanjutnya.

“Ya, omset perhari itu ada 3 jutaan, itu kalau sepi pengunjungnya,” sambung dia.

Ditanya soal bekingan dan setoran ke Polisi, pihaknya membantah bahwa jika sampai dengan saat ini itu tidak ada.

“Terus terang itu tidak ada, belum pernah ada orang yang ketemu dengan saya. Karena baru saya pegang. Tidak ada, saya tidak mau, dan saya takut. Kalau kami stor paling tidak kami kasih naik terpal di tempat dan itu pasti,” sebutnya.

Ia juga membenarkan terkait lokasi yang sebelumnya pernah dijadikan lokasi bermain judi sabung ayam di tempat yang berbeda.

“Iya, itu adik (Wili atau Brendo) punya kemarin, itu dia yang kelola. Ini sebenarnya hobi kami pak, karena kasian juga ketika ada orang yang jual ayam di kami, tapi soal informasi bekingan itu belum pernah ada yang ketemu dengan saya,” tutupnya. (*)