Aktivitas Judi Sabung Ayam di Manggarai Luput dari Pantauan Aparat

Aktivitas Judi Sabung Ayam di Manggarai Luput dari Pantauan Aparat. (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Judi sabung ayam di Manggarai masih marak terjadi. Salah satunya berlokasi di kampung Rowang, Kelurahan Rowang, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT.

Aktivitas judi ini menimbulkan keresahan warga setempat, sebab lokasinya tengah berada di tengah-tengah kota.

Selain itu, judi di wilahah itu belum tersentuh hukum alias mulus, tanpa inspeksi atau operasi dari aparat setempat. Sehingga bebas dan terkesan dibiarkan begitu saja.

Pantauan KORANNTT.COM Sabtu 3 Juni 2023, para penjudi sabung ayam ramai di lokasi kejadian. Mereka bersorak saat sabung ayam berlangsung.

Lokasi itu hany berjarak sekira 100 meter dari jalan umum. Bahkan lebih dekat dengan lembaga pendidikan SMK Swakarsa Ruteng. Selain itu, puluhan kendaraan roda 2 dan roda 4 pun diparkir di sekitar lokasi judi.

Informasi yang dihimpun media ini, kegiatan judi sabung ayam ini berlangsung hampir setiap hari.

“Sore-sore itu, mulai dari jam 3 sore, ramai sekali di seputaran lokasi itu, motor banyak parkir di depan jalan itu,” ungkap sumber rahasia media ini.

Dikatakannya, tempat judi sabung ayam itu dikelola oleh seorang bernama Willi Ngocu yang merupakan warga Kelurahan Rowang, Kecamatan Langke Rembong.

“Aktivitas mereka itu pertama di lokasi kebun milik Wilibrodus Hocu yang terletak di “Lingko Ndaong” (nama kebun). Nah yang disna yang ada aktivitas sampai sekarang itu namanya “Lingko Rowang” Kelurahan Rowang. Pemilik kebun ini adalah masih orang atau keluarga yang sama,” terangnya.

Dengan demikian, pemerintah bersama aparat keamanan diminta untuk segar turun tangan secepatnya untuk mengatasi penyakit sosial ini.

“Arena judi tidak dapat dibiarkan karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan. Belum lagi dampak buruk bagi mereka yang kerap main judi sabung ayam,” katanya

Bukan hanya itu, kata dia, keberadaan judi sabung ayam juga mengganggu ketertiban di masyarakat. Oleh karena itu, lanjut dia, aparat hukum diminta menertibkan praktek judi sabung ayam sebelum warga bertindak main hakim sendiri.

“Jika aparat pengamanan tidak menindak tegas pelaku judi sabung ayam maka kami akan curiga terhadap aparat hukum di daerah ini, sehingga dugaannya ada setoran ke sana. Kami tidak menuduh aparat memberikan perlindungan kepada pelaku judi, tetapi rasa curiga itu menjadi wajar karena ada pembiaran,” jelasnya.

BACA JUGA:  Antisipasi Penyebaran Covid-19, Personel Polsek Reo Ikuti Rapid Antigen

“Bagaimana tidak, parkiran motor mereka itu penuh memadati badan jalan, bahkan ada yang menutupi gerbang pintu masuk rumah warga,” sambungnya.

Sementara itu, Roni Hocu yang merupakan pengelola atau salaku pemilik lahan judi sabung ayam itu kepada media ini mengaku bahwa sabung ayam yang ia kelola itu sudah berlangsung satu Minggu.

“Baru satu Minggu itu. Kita buka setiap hari dan mainnya sore hari. Baru saya pegang ini. Sebelumnya adik saya yang pegang, waktu itu tidak ada yang main. Jadi para pemain akhirnya mereka maen di Cancar. Kalau disana itu masih ada dan masih bermain (dekat Pasir),” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku bahwa tempat atau lokasi judi sabung ayam itu merupakan pindah lokasi yang sebelumnya di wilayah perkuburan Rowang, tepatnya di belakang kantor TVRI.

Ia mengaku pindah dari lokasi itu lantaran pernah digerebek oleh pihak kepolisian Polres Manggarai.

“Sebelumnya disana, tempat yang sekarang itu tempat baru, karena di lokasi yang lama itu tidak nyaman,” lanjutnya.

“Ya, omset perhari itu ada 3 jutaan, itu kalau sepi pengunjungnya,” sambung dia.

Ditanya soal bekingan dan setoran ke Polisi, pihaknya membantah bahwa jika sampai dengan saat ini itu tidak ada.

“Terus terang itu tidak ada, belum pernah ada orang yang ketemu dengan saya. Karena baru saya pegang. Tidak ada, saya tidak mau, dan saya takut. Kalau kami stor paling tidak kami kasih naik terpal di tempat dan itu pasti,” sebutnya.

Ia juga membenarkan terkait lokasi yang sebelumnya pernah dijadikan lokasi bermain judi sabung ayam di tempat yang berbeda.

“Iya, itu adik (Wili atau Brendo) punya kemarin, itu dia yang kelola. Ini sebenarnya hobi kami pak, karena kasian juga ketika ada orang yang jual ayam di kami, tapi soal informasi bekingan itu belum pernah ada yang ketemu dengan saya,” tutupnya. (*)