“Mereka para diaspora ini memberikan perhatian dan mendukung kerja sama untuk dilakukan kegiatan belajar sambil bekerja bagi anak-anak NTT,” ucapnya.
Dikatakan Dirut Alex, kurang lebih ada 70 ruang lingkup yang disediakan dalam program vokasi ini baik untuk jasa maupun teknik. “Mulai dari bidang perhotelan, restoran, design interior, asuransi, kedokteran serta di bidang teknik lainnya termasuk arsitektur, informasi, elektronika dan teknik sipil serta teknologi lainnya yang dibutuhkan untuk membangun NTT,” jelasnya.
Dirut Alex menambahkan, program vokasi ini membutuhkan biaya kurang lebih Rp. 51.700.000 per anak. Bagaimana mengembalikannya dari total 51.700.000? Setelah para lulusan sudah berada di Jerman, oleh Yayasan mereka akan didistribusikan pada tempat-tempat kerja yang sudah terfasilitasi atau sudah terkoneksi dengan Global Katalyst ini. Setelah bekerja, mereka bisa mencicil kembali pinjaman di Bank NTT. (*)





Tinggalkan Balasan