“Karena itu kekayaan dan isu besar dunia. Ke depan, isu besar dunia itu energi pangan dan air. Itu merupakan isu besar dunia dan kita harus menuju ke sana,” tandas Gubernur VBL.
Sementara itu, Direktur Global Katalyst Kinan Anindita meyakini, bahwa kerja sama dan kolaborasi ini, bisa membantu siswa siswi tamatan SMA/SMK dari NTT mendapatkan pendidikan vokasi yang sangat berkualitas di Jerman.
Di samping itu, program ini menjamin kesempatan kerja bagi lulusan SMA/SMK selama mereka mengikuti program vokasi.
“Semoga ini semua menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas bagi kita semua di segala macam bidang demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kita,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi mengatakan, program pendidikan vokasi dan training industri akan berpusat Kota Kupang dalam kaitan pendampingan bahasa Jerman, dan pelatihan budaya kerja. Kemudian lokasi yang kedua, pendidikan vokasi dan training industri di Jerman.
Untuk tahun 2023, pihaknya akan mengirim 3000 orang ke Jerman. Kemudian pada tahun 2024 akan dikirim 500 orang, dengan waktu kerja sama berjalan selama 4 tahun, dan diperpanjang setelah melalui tahap evaluasi.



Tinggalkan Balasan