Menurut VBL, masalah yang paling berat di seluruh dunia adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu pemerintah mendorong dengan maksimal, agar SDM generasi muda NTT bukan saja unggul secara teknis dan bisa bekerja, tetapi mereka juga perspektif yang luar biasa.

“Saya selalu sampaikan bahwa bekerja di luar negeri itu mungkin ilmunya sama pengetahuannya sama, tapi perspektifnya akan berbeda,” tegas Gubernur VBL.

Ia mengakui bahwa program vokasi di luar negeri merupakan mimpi yang ingin dilaksanakan sejak lama. Namun keinginan ini terhalang Covid, sehingga baru dilaksanakan hari ini.

“Tentunya vokasi yang kita inginkan adalah bagaimana kita mampu mengerjakan sumber daya kekayaan alam Nusa Tenggara Timur. NTT kaya akan matahari, panas bumi, angin, bahkan arus laut. Tidak mungkin ini dikerjakan oleh pihak asing atau dari luar saja. Tapi dari dalam pun kita harus punya pengetahuan itu,” jelasnya.

Gubernur VBL berharap program Vokasi bisa yang dilaksanakan bersama Global Katalyst, bisa menjembatani anak-anak dari NTT agar mampu mengerjakan kekayaan alam yang dimiliki menggunakan tangan dan kerigat sendiri.