Kupang, KN – Pemerintah Provinsi NTT dan Global Katalis resmi melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pendidikan vokasi dan training industri bagi lulusan SMA/SMK di Jerman.
Pelaksanaan penandatanganan MoU dilaksanakan secara daring, antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Direktur Global Katalis Kinan Anindita, Selasa 2 Mei 2023, bertepatan dengan peringatan Hari Pendikan Nasional (Hardiknas).
Penandatanganan MoU dihadiri oleh Plt. Sekda Provinsi NTT Yohana Lisapaly, Kadis Pendidkan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Hilarius Minggu.
Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah punya peran penting dalam kerja sama ini, yaitu sebagai lembaga yang memberikan dukungan dalam bentuk skim kredit bagi pemuda pemudi NTT yang akan dikirim ke Jerman.
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat salam arahannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam rangka meningkatkan mutu pendidkan di NTT.
Menurut VBL, masalah yang paling berat di seluruh dunia adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu pemerintah mendorong dengan maksimal, agar SDM generasi muda NTT bukan saja unggul secara teknis dan bisa bekerja, tetapi mereka juga perspektif yang luar biasa.
“Saya selalu sampaikan bahwa bekerja di luar negeri itu mungkin ilmunya sama pengetahuannya sama, tapi perspektifnya akan berbeda,” tegas Gubernur VBL.
Ia mengakui bahwa program vokasi di luar negeri merupakan mimpi yang ingin dilaksanakan sejak lama. Namun keinginan ini terhalang Covid, sehingga baru dilaksanakan hari ini.
“Tentunya vokasi yang kita inginkan adalah bagaimana kita mampu mengerjakan sumber daya kekayaan alam Nusa Tenggara Timur. NTT kaya akan matahari, panas bumi, angin, bahkan arus laut. Tidak mungkin ini dikerjakan oleh pihak asing atau dari luar saja. Tapi dari dalam pun kita harus punya pengetahuan itu,” jelasnya.
Gubernur VBL berharap program Vokasi bisa yang dilaksanakan bersama Global Katalyst, bisa menjembatani anak-anak dari NTT agar mampu mengerjakan kekayaan alam yang dimiliki menggunakan tangan dan kerigat sendiri.







Tinggalkan Balasan