Padahal lanjut dia, proses clearance ini sangat penting karena dapat membantu mengidentifikasi potensi ancaman keamanan.

Baginya, keselamatan penumpang sangat diutamakan dalam pelayaran tanpa membedakan identitas penumpang. Apa lagi saat ini, imbuh Laurensius, Labuan Bajo menjadi tuan rumah KTT Asean Summit 2023.

Ia berharap lembaga BPOLBF tidak menjadi sumber masalah yang akan menggangu keamanan berlangsungnya agenda KTT Asean Summit 2023 di Labuan Bajo. Ia pun khawatir, praktik yang dilakukan oleh BPOLBF berpotensi diikuti oleh lembaga swasta yang bergerak dalam bidang pelayaran di Labuan Bajo.

“Tindakan yang dilakukan oleh BPOLBF akan mendorong adanya perilaku lembaga swasta di bidang pelayaran lainnya untuk melanggar peraturan yang berlaku dan menyebabkan ancaman keamanan dan keselamatan penumpang yang tak terbendung di kota Labuan Bajo sebagaimana kota dengan label super premium,” tutup Laurensius.

Sementara itu, Dirut BPOLBF Shana Fatina menyatakan, sangat penting untuk koordinasi dengan otoritas pelabuhan dalam proses pelayaran.