“Pemerintah Daerah akan mendukung program dan kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dengan menfasilitasi ketersediaan lahan. Terkait dengan suplai listrik kami akan bekerjasama dan mendatangkan tenaga ahli dari China,” ungkap Gubernur VBL.

Untuk diketahui Integrated Shrimp Farming merupakan perwujudan besar dari pengembangan Budidaya Udang Berbasis Kawasan yang telah terlebih dahulu dilakukan dan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 9 Maret 2023 lalu di Kebumen, Jawa Tengah.

Konsep pembangunan yang diterapkan pada Integrated Shrimp Farming adalah terintegrasi dari hulu ke hilir dalam satu kawasan. Adapun Zona Hulu adalah Hatchery dan Pabrik Pakan, lalu Zona Budidaya (On Farm) yang merupakan Kawasan Pembangunan Tambak, dan Zona Hilir berupa Coldstorage, Pabrik Es dan Pabrik Styrofoam. Kemudian ada juga Zona Fasilitas Umum yang terdiri dari kantor, rumah ibadah, jalan, rumah karyawan, dll. Pembangunan Integrated Shrimp Farming akan menghasilkan banyak dampak seperti meningkatkan devisa melalui ekspor, penerimaan pajak (PNBP dan PAD), menciptakan lapangan kerja dan Multiplier effect lainnya.