Ia menambahkan, OJK akan terus melakukan komunikasi yang bagus dengan Bank NTT dan empat BPD ini untuk melihat mana yang lebih menguntungkan. Pihaknya akan melihat banyak banyak hal yang menjadi pertimbangan-pertimbangannya.
“Jadi kesimpulannya bahwa informasi yang ada di masyarakat terkait dengan pemenuhan modal inti minimum Bank NTT itu sedang dalam proses. Dan sampai saat ini masih berjalan dengan baik dan kita sudah memberikan alternatif solusi. Jadi kalau misalnya Pemprov, Pemkab dan Pemkot tidak bisa melakukan setoran sampai dengan batas waktu, kita sudah menyediakan ruang alternatif melalui KUB. Jadi masyarakat NTT dan public pada umumnya, tidak perlu khawatir mengenai Bank NTT,” tegasnya.
Japermen menambahkan, secara teknikal dan upaya-upaya yang dilakukan Bank NTT saat ini untuk memenuhi modal inti bank, OJK sangat optimis. “Sudah ada empat BPD yang sangat berminat bahkan salah satu diantaranya sudah menandatangani Nota Kesepahaman yaitu Bank DKI. Kalau kita maunya dua-duanya harus jalan yaitu tambahan modal disetor dan KUB juga harus jalan. Karena kita juga perlu menjaga posisi tawar diantara empat bank ini,” ujarnya. (*)





Tinggalkan Balasan