Padahal, petugas di Tambak Dalo hingga saat ini sudah memungut sebesar Rp50.000 bagi setiap warga yang memancing ikan di lokasi itu.
“Dan kami juga belum buka secara resmi untuk mancing, dan nanti akan kami panggil pegawainya,” terang Kadis Hendrikus.
Pantauan KORANNTT.com, lokasi wisata Tambak Dalo tampak tidak terawat dengan baik. Rumput liar tumbuh subur di bagian dalam maupun diluar taman, hingga melilit di bagian pagar.
Kondisi itu diperparah, karena papan alas jalan kaki di jembatan layang sudah mulai lapuk dan roboh, dan pagar keliling sebagiannya sudah hilang.
Tampak juga seorang pengunjung yang tengah beradu mulut hingga hendak beradu fisik dengan seorang petugas di Tambak Dalo, karena diduga persoalan biaya karcis masuk. (*)





Tinggalkan Balasan