“Mereka juga diangkat harkat dan martabatnya, hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, diberdayakan, pekerjaan. Tentu inilah yang harus diperjuangkan oleh kami. Sehingga suatu saat nanti bisa bekerja di instansi atau lembaga termasuk Bank NTT,” ujarnya.

Meski demikian suster berharap, semoga kerja sama ini senantiasa bisa menjadi kuat, karena mereka adalah gambaran Allah yang sama dengan kita.

Senada, Bruder Honorius Suryadi selaku pengelola klinik Renceng Mose menyampaikan jika Bank NTT selama ini telah beberapa kali menyambangi Panti Renceng Mose.

“Bank NTT telah beberapa kali ke sana, bahkan waktu ulang tahun mereka hadir ibadah bersama, dan juga melihat secara langsung apa yang kami lakukan,” katanya.

Saat ini pihaknya telah memprioritaskan untuk bebas pasung atau Manggarai bebas pasung.

“Pasung ini sangat-sangat tidak manusiawi karena di situ semua kebebasan semua dibatasi misalkan mereka mau WC, mandi dan lain-lain dibatasi. Maka kami ingin mereka juga mengangkat harkat dan martabat mereka sebagai manusia yang mulia seperti seperti kita,” ujarnya.