Ia berharap dengan sejumlah pengalaman penanganan bencana di Kabupaten Kupang, maka hal ini bisa menjadi referensi bagi masyarakat, untuk mengantisipasi bencana alam.

Semi Tinenti menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada WVI yang sudah turun langsung, dan membantu warga Kabupaten Kupang yang terdampak bencana.

“Saat bencana terjadi, kami terus berkomunikasi dengan WVI. Sehingga bantuan-bantuan yang diberikan selalu tepat sasaran. Ketika di wilayah A membutuhkan sesuatu, maka di situ WVI hadir,” ungkapnya.

“Kemarin WVI menyuplai air bersih ke beberapa tempat di Takari, Kemudian ada sumbangan Paket Shelter Kit dan Children Kit U2 dan U5. Apa yang dilakukan WVI punya nilai yang besar bagi masyarakat Kabupaten Kupang,” ucapnya.

Semi Tinenti berharap pola komunikasi yang sudah dibangun akan terus dijaga, guna kepentingan kolaborasi dan pencegahan bencana di Kabupaten Kupang.

“Kami sangat membutuhkan keterlibatan teman-teman WVI dalam seluruh tahapan proses penyelenggaraan bencana di Kabupaten Kupang,” tutupnya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Helny Yofin Mega Milla menyampaikan berbagai upaya tindakan yang dilakukan oleh BMKG dalam memitigasi bencana.

Menurut Mega, informasi terkini terkait kondisi cuaca di NTT selalu disampaikan setiap hari oleh BMKG melalui media sosial, dan juga media massa serta menggandeng semua pihak, terutama kaum muda dan gereja dalam diseminasi informaai baik ini.

“Kami memohon bantuan pihak-pihak terkait baik dari gereja dan LSM untuk bisa menjadi perpanjang tangan guna menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama kaum disabilitas. Semoga ke depan kami bisa menjawab tuntutan masyarakat terutama kepada kaum disabilitas,” tandasnya. (*)