“Pada posisi ini peran mitra sangat strategis karena mereka lebih mengetahui konteks lokal dan kondisi lapangan serta kebutuhan real di lapangan. Karenanya semua mitra dilibatkan dalam Leaening ini agar dapat rekomendasi untuk penanganan bencana yang lebih komprehensif ke depannya,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel. Diskusi dimoderatori langsung oleh Lusty Budiman selaku Disaster Management Specialis WVI Zone NTT, dengan narasumber Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang Semi Tinenti dan Prakirawan Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Helny Yofin Mega Milla.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang Semi Tinenti pada kesempatan tersebut, menyampaikan sejumlah upaya yang dilakukan untuk penanganan bencana di wilayah Kabupaten Kupang.

Menurutnya, strategi tanggap darurat yang diterapkan dalam menangani bencana di Kabupaten Kupang, adalah menggunakan pola pendekatan cluster dan dukungan pentahelix.

“Dengan berbagai keterbatasan, konsep pentahelix menjadi sebuah kekuatan bagi BPBD Kabupaten Kupang, untuk bersama-sama memberikan yang terbaik dalam konteks tanggap darurat kepada warga terdampak bencana,” kata Semi Tinenti.