Sementara itu, Bupati Ende Djafar Achmad saat menerima bantuan secara simbolis belum lama ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank NTT.

Menurutnya, bantuan sebesar Rp30 Juta dari karyawan/ti Bank NTT adalah sesuatu yang luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Ende, karena tidak semua lembaga atau orang mau menaruh kepedulian terhadap masalah Stunting.

Ia menggugah pihak BUMN lainnya seperti perbankan dan ASN yang ada di Kabupaten Ende, untuk ikut menaruh kepedulian sama seperti yang dilakukan oleh Bank NTT.

“Bantuan yang diberikan oleh Bank NTT berasal dari sumbangan para pegawainya. Hal itu tentu bisa dicontoh oleh ASN kita,” ucap Bupati Djafar Achmad.

Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Ende, drg Muna Fatma Ngasu, M.Kes mengatakan, data per bulan Agustus 2022, terdapat 1.749 atau 8,9 persen anak di Kabupaten Ende menderita stunting.

“Jumlah yang paling tinggi di Kecamatan Maukoro. Diharapkan pada tahun 2023 turun menjadi 5,3 persen hal ini sesuai dengan target Pemda Ende,” ujarnya. (*/KN)