“Kalau kita menggunakan diesel itu mahal, karena bahan bakarnya mahal. Menggunakan batu bara juga mahal. Lalu apakah pembangunan listrik menggunakan diesel dan batu bara tidak ada dampaknya?,” tanya Yosep.

Ia juga menanggapi pernyataan para ahli yang mengatakan tidak bisa menjamin akan terjadi bencana, jika  proyek perluasan PLTP Ulumbu dilakukan.

“Ahli itu meneliti secara ilmiah, mereka bukan paranormal. Semua kita yang berkaitan dengan ilmiah tentunya dari data empirik yang sudah dikaji. Kajiannya juga pakai metode ilmiah,” katanya.

“Kita harus yakin kalau namanya ahli itu tentunya melakukan sesuatu itu berdasarkan kajian ilmiah. Bukan berdasarkan pikiran saja” tambah Yosep.

Ia menambahkan, semua pembangunan tentu ada resikonya, tetapi pemerintah memilih resiko yang paling kecil dan melalui perhitungan atau kajian. 

“Menurut saya sampai saat ini berjalan dengan baik. Hanya tinggal komunikasi bagi yang merasa menyangsikan, masih ada keragu-raguan, kekewatiran yang berlebihan. Komunikasikan itu tidak soal. Ruang untuk itukan ada,” tandasnya. (*)