Menurutnya, wilayah Poco Leok memiliki topografi yang rawan akan longsor. Sehingga mereka khawatir akan terjadi bencana, jika pekerjaan proyek PLTP Ulumbu dilanjutkan.
“Apakah kalau dilakukan pemboran tidak terjadi keruntuhan atau bencana gas beracun yang mengakibatkan kematian seluruh warga Poco Leok pedalaman,” jelasnya.
Di Ulumbu kata dia, sampai sekarang ada dua pemboran yang tidak bisa ditutup. Kalau pihak PLN bisa menjamin itu ditutup mungkin pihaknya bisa diskusi ulang untuk sepakat menyerahkan tanah.
“Karena akibat pemboran yang tidak ditutup, maka atap-atap rumah jadi hancur, karena sebelumnya tidak terjadi seperti itu. Selain itu ada penurunan produktifitas tanaman masyarakat,” terangnya.
Warga Nderu, Agustinus Tuju, mengatakan masyarakat Poco Leok adalah satu kesatuan, dan tidak bisa dipisahkan. Kepemilikan tanah di Poco Leok juga ada kaitan dengan adat.
“Kami masyarakat Poco Leok tidak semua lahannya kena, bagaimana kontribusi pemerintah atau PLN kepada masyarakat yang lahannya tidak kena tapi dampaknya kena semua” ujar dia.



Tinggalkan Balasan