Pemimpin Feodal dan Kebijakannya
Sejujurnya, sistem feodal masih sangat kuat didaerah kita. Sistem ini biasanya dipelihara secara diam-diam oleh sekian politisi dan elite penguasa di daerah kita.
Untuk mendeteksi keberadaan sistem feodalisme yang masih sangat kuat ini, kita bisa mendeteksinya lewat setiap steatmen, dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.
Mereka, seringkali membuat aturan yang tak kelihatan secara kasat mata. Aturan-aturan ini biasanya dibuat seolah-olah berpihak kepada masyarakat lokal. Padahal, kebijakan itu hanya untuk melenggengkan posisi mereka dalam sistem feodal yang ada.
Perbub dan perda yang dihasilkan untuk mengatur tentang pemilihan kepala desa di TTS adalah salah satu contohnya. Perda dan perbub yang dihasilkan tersebut sangatlah rancu. Tak heran pada pilkades kemarin banyak masyarakat mengajukan protes karna terjadi multitafsir dalam memahami regulasi tersebut.
Nah, karna didaerah kita masih masih di dominasi oleh politisi feodal seperti ini, maka tak heran, jika pembangunan di berbagai daerah selalu berjalan lambat selama mereka berkuasa.
Melambatnya pembanguan, salah satu faktornya karna mereka tak punya komitmen untuk mengurusnya secara serius. Para politisi dan pemimpin feodal lebih suka mempertahankan posisi mereka, ketimbang sibuk mengurus masalah-masalah yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Salah satu contohnya adalah mengelola pariwisata didaerah kita.
Seringkali, para pemangku kepentingan ini tak punya komitmen untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) lewat sektor pariwisata. Lihat saja, berbagai potensi wisata kita masih minim promosi, tak ada analisis pengunjung, fasilitas yang rusak dan terbengkalai diberbagai objek wisata adalah contoh-contohnya.
Tampilan website pemerintah daerah pun sangatlah jelek dan jarang terupdate secara berkala. Padahal, website pemerintah daerah adalah rujukan untuk mencari informasi tentang daerah.
Selanjutnya, dengan melihat pemerintah daerah yang terkesan lambat dalam menghadapi berbagai masalah, bolehkah kita mengkritisi?







Tinggalkan Balasan