“Sekarang zamannya digitalisasi. Orang bisa baca dari handphone. Tugas kita di perpustakaan dan kearsipan adalah bagaimana supaya orang bisa cepat dan tepat dapatkan informasi tentang Nusa Tenggara Timur  dan tentang apa saja yang terjadi di dunia,” kata pria asal Ngada tersebut.

Sementara untuk kepala Dinas Sosial, Wagub Nae Soi mengingatkan agar kegiatan-kegiatan dinas sosial diarahkan untuk memperdayakan masyarakat supaya mereka mandiri. Bukan hanya bekerja karitatif.

“Mengapa disebut kadis sosial dan  bukan kadis karitatif?  Ada perbedaan yang sangat prinsip antara kegiatan karitatif dan kegiatan sosial. Kalau kegiatan karitatif artinya hanya berikan sesuatu kepada masyarakat. Sementara kegiatan sosial adalah bagaimana memperdayakan mereka, yang tadinya miskin menjadi tidak miskin, itulah tugas dinas sosial. Kegiatan karitatif tentu tetap dilaksanakan terutama pada  saat alami bencana untuk masa  tanggap darurat dan tahap rehabilitasi,” ujar mantan Anggota DPR RI tersebut.

Untuk kepala BPSDM, Wagub minta untuk mengembangkan ASN yang ada di NTT supaya  memiliki etos kerja dan bukan etos garapan.