“Saya di BPSDM, anda di Sosial dan anda di Perpustakaan tapi tidak akan halangi kita untuk berkolaborasi satu sama lain.
Masing-masing identitas kita di struktur organisasi tetap ada, tapi dalam melakukan kerja untuk pelayanan publik, itu harus berinteraksi dan berinterelasi. Mari kita bekerja kolaboratif yang perspektif ke depan,” ungkap Wagub Nae Soi.
Menurut Wagub JNS, jabatan yang diemban bukan semata-mata karena pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, tetapi lebih dari itu merupakan campur tangan Tuhan.
” Jabatan yang anda emban adalah titipan dari Tuhan Yang Mahakuasa. Jangan sekali-kali ingkari jabatan yang dititipkan Tuhan ini. Paling tidak saat anda pensiun nanti, ada legacy yang kita tinggalkan dan kenangan yang tidak akan kita lupakan seumur hidup. Bekerjalah dengan hati yang gembira, jangan kerja dengan hati yang bersungut-sungut,” kata Wagub Nae Soi.
Selanjutnya Wagub minta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan untuk lakukan proses digitalisasi. Waktu sudah berubah dan kita harus berubah di dalamnya supaya tidak tertindas perubahan itu.



Tinggalkan Balasan