Selain dampak positif dari perluasan PLTP Ulumbu, eksploitasi panas bumi juga secara garis besar, tentu berdampak negatif tetapi kecil.
“Ada isu bahwa dampaknya juga korosif karatan sing. Padahal kalau kita mau bilang, korosif ini bukan cuma di daerah sini, kita di Ruteng saja ada itu karatan seng. Artinya kalau ada yang mengendus itu, PLTP Ulumbu ini bisa menyebabkan korosif karatan seng, bisa iya bisa juga tidak,” katanya.
“Tetapi secara umum, berdasarkan yang saya dengar (sosialisasi PLN), kalaupun ada (dampak negatif) itu kecil. Secara umum tidak terlalu berdampak pada lingkungan itu sendiri. Lebih banyak dampak positif,” tambahnya.
Imbauan pemerintah kepada masyarakat, agar menerima dan mendukung segala upaya pembangunan pemerintah pusat ke daerah seperti Perluasan PLTP Ulumbu, sepanjang itu berdampak positif dan berdampak baik untuk pembangunan di Manggarai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk diketahui, PLTP Ulumbu tengah berencana mengembangkan proyek eksplorasi panas bumi Unit 5 dan 6, di wilayah Poco Leok yang mencakup tiga Desa yakni, Desa Lungar, Desa Mocok dan Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai – NTT.
Dalam peta lokasi Wallped Perluasan PLTP Ulumbu (Poco Leok), pengeboran dan uji 10 buah sumur di 7 tapak Wellped. Dalam proyek perluasan PLTP Ulumbu ini juga akan ada laydown area (untuk mess dan tempat material); penyesuaian rute dan pelebaran jalan akses; konstruksi pembangkit listrik; konstruksi pipa baru dan fasilitas pendukung lainnya.
PLTP Ulumbu berada langsung di bawah PT PLN, serta memiliki dua anak perusahaan yakni, PT. Indonesia Power dan PT Cogindo Daya Bersama (Cogindo).
Perluasan proyek PLTP Ulumbu ini juga terjadi menyusul penetapan Pulau Flores sebagai pulau panas bumi pada 2017, yang mendorong eksploitasi di beberapa tempat, termasuk di Wae Sano di Kabupaten Manggarai Barat dan Mataloko di Kabupaten Ngada, yang juga mendapat resistensi warga.
PLN terus gencar melakukan pendekatan kepada warga di Poco Leok dan beberapa kali mendatangkan akademisi dari beberapa universitas, seperti Universitas Hasanudin Makasar, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pertamina, dan Universitas Trisakti Jakarta.







Tinggalkan Balasan