“Prinsipnya, kalau pemilik lahan itu kasi, ngapain yang diluar itu. Okelah sebagai sebuah komunitas pasti iya, tapi kuncinya ada di pemilik lahan itu. Sejauh ini, semua pemilik lahan tidak bermasalah, mereka wellcome dengan program ini,” tambahnya lagi.
Pemda Manggarai, kata dia, merespon positif terhadap perluasan PLTP Ulumbu, karena bisa memanfaatkan panas bumi untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kita kan punya potensi, ngapain kita harus tenggelamkan potensi yang luar biasa ini. Segala sesuatu yang ada di bawah ini akan berguna untuk kita apabila dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam pengembangan kelistrikan itu sendiri,” ungkapnya.
Tonga menjelaskan, alasan pemerintah mendukung perluasan Ulumbu, adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik warga Manggarai yang hingga kini belum dijangkau oleh PLN.
“Pertama, kelistrikan. Kita ini merdeka sudah 77 tahun, tetapi apakah kita merdeka dari aspek penerangan itu sendiri? Kan belum. Benar bahwa hampir 90 persen listrik masuk desa di Manggarai, tetapi belum menjangkau ke dusun dan anak kampung,” ujar dia.
Sementara keuntungan untuk masyarakat dulu sebelum ada PLTP Ulumbu, masyarakat pakai lampu pelita, tetapi dengan PLTP Ulumbu yang sekarang beroperasi, masyarakat di sekitar area ulumbu sangat menikmati itu. Artinya pembangunan ini adalah sesuatu hal positif untuk masyarakat.
Dampak sosial ekonomi, ada bonus produksi, ada dana bagi hasil bukan pajak. Mekanisme selama ini kebijakan pemerintah tingkat atas. Itu bagian dari dana tak terguda masuk ke khas Manggarai, itu untuk pembangunan wilayah Manggarai secara keseluruhan, bukan hanya Poco Leok. Pihak PLTP Ulumbu juga melalui dana CSR membantu masyarakat, tentu mekanismenya masyarakat harus ajukan itu.
“Sekarang saja, dana bagi hasil bukan pajak tambah bonus produksi Rp 1,2 miliar. Baru 7,5 MW. Bisa dibayangkan, kalau ini kita eksploitasi seluruh sumber daya yang ada di dalam ini menjadi 40 MW, kali (hitung) saja itu, berapa kali kelipatan itu dari 7,5 MW. Itu tiap tahun, mekanisme pengaturannya itu include di dalam APBD. Tetapi yang pasti, ini ratusan tahun. Berarti betapa menguntungkannya wilayah kita di Manggarai ini,” pungkas dia.







Tinggalkan Balasan