Daerah  

Ganti Manajemen, Dimonim Air Kembali Layani Penerbangan Perintis di NTT

Maikel Maleke dipercayakan sebagai Direktur Utama PT. Marta Buana Abadi.

Komisaris Utama PT. Marta Buana Abadi Hengky Poliesar (kanan) dan Direktur Utama PT. Marta Buana Abadi Maikel Maleke (kiri).

Kupang, KN – Dewan Komisaris PT. Marta Buana Abadi (MBA) yang membawahi pesawat penerbangan perintis Dimonim Air, resmi mengangkat Maikel Maleke sebagai Direktur Utama PT. Marta Buana Abadi.

Komisaris Utama PT. Marta Buana Abadi Hengky Poliesar mengatakan, Dimonim Air kini tampil dengan manajemen baru yang bernama New Dimonim Air.

Dengan manajemen yang baru, Hengky Poliesar berharap, kerja-kerja pelayanan penerbangan perintis di wilayah Nusa Tenggara Timur terus dilakukan, terutama pelayanan ke Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Pemegang saham mayoritas PT. Marta Buana Abadi ini mengakui, pihaknya telah mengirim pesawat Dimonim Air sejak tanggal 10 Oktober 2022 dari Surabaya ke Waingapu.

Pesawat diterbangkan oleh Capt Scorpi Oggy Gagarin dan Capt Muhammad Nizar Syahputra, untuk menyelesaikan kontrak perintis dengan UPBU kelas II Umbu Mehang Kunda – Waingapu hingga 31 Desember 2022.

BACA JUGA:  Ini Pesan Wagub NTT untuk 3 Kadis yang Baru Dilantik

“Mulai hari ini, pesawat Dimonim Air kembali terbang dan melayani sejumlah rute Kupang-Waingapu dan sejumlah rute lainnya di NTT,” kata Hengky Poliesar kepada wartawan, rabu 12 Oktober 2022.

*Layani 6 Rute Penerbangan*

Direktur Utama PT. Marta Buana Abadi Maikel Maleke mengatakan, dengan manajemen yang baru, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban Pekerjaan Subsidi Angkutan Udara Perintis 6 (enam) Rute.

“Ini waktu yang sudah sangat mepet. Kita berkomitmen untuk berusaha menyelesaikan kontrak dengan UPBU Kelas II Umbu Mehang Kunda – Waingapu sampai dengan selesai, kata Maikel Maleke.

Setidaknya ada 6 rute penerbangan yang dilayani oleh pesawat Dimonim Air. Keenam rute penerbangan tersebut adalah Sabu-Waingapu Waingapu-Sabu, Kisar-Kupang Kupang Kisar, Waingapu-Ruteng Ruteng-Waingapu, Sabu-Ende Ende-Sabu, Sabu-Rote Rote-Sabu, dan Kupang-Kabir Kabir-Kupang. (*)