Selain itu, kehadiran aplikasi ‘B Pung Petani’ diharapkan dapat menekan nilai tukar petani untuk akses pasar, serta memotong jalur distribusi. Bagi offtaker, harus ada kepastian pasar. Sementara untuk masyarakat dapat tercipta stabilitas harga yang berkualitas.

“Sementara untuk daerah itu ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penurunan jumlah kemiskinan yang ada di daerah NTT,” jelasnya.

Bagi stake holder lain seperti Bank Indonesia dan instansi lainnya, tentu mereka bisa mendapat data yang valid tentang pelaku usaha dan akses informasi pertanian, pengendalian kebijakan, tumbuhnya industri baru atau pemberian modal bagi petani.

“Aplikasi ini sangat costumize, bekerja sama dengan Dinas Pertanian NTT. Nanti tenaga-tenaga di setiap instansi dapat menginput data melalui smart phone. Kalau secara dasboard dapat dilihat pada apilkasi di mobile banking yang kami siap untuk memfasilitasi,” pungkasnya.

Selain Gubernur NTT dan Dirut Bank NTT, kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Daerah di Provinsi NTT, serta pejabat PT. Bank NTT. (*)