“Masa Bupati tidak bisa tanam Cabe, Lombok dan Bawang. Itu kan sangat memalukan. Saya harap pulang dari sini, Tomat, Cabe, Bawang, IkanĀ  Tongkol, dan Ikan Kembung itu tidak ada lagi pengeluhan,” tandasnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menjelaskan, aplikasi ‘B Pung Petani’ disiapkan sesuai rekomendasi BI dan Gubernur, untuk langkah atau solusi terhadap kondisi inflasi di NTT.

“Penugasan itu kami sudah siapkan aplikasinya, yang akan menjadi ekosistem untuk menghubungkan petani, peternak, wira usaha, offtaker, transportasi pengiriman, masyarakat, konsumen, daerah, serta stake holder lainnya,” jelasnya.

Menurut Dirut Bank NTT, bagi petani yang ingin menanam bisa langsung mengakses aplikasi untuk melihat luas lahan yang akan ditanam, jenis komoditinya, jenis bibit, pupuk, serta lama jangka waktu panennya.

“Kalender tanam ini sangat diperlukan untuk secara terkonsolidasi dengan dinas pertanian. Kemudian ada ketersediaan pasar. Media ini juga menjadi informasi untuk sektor industri,” terangnya.