“Hari ini Bank NTT luncurkan ‘B Pung Petani’, dan semua sistemnya harus terkoneksi dengan baik. Sambungan itu sama seperti kerja otak manusia,” ungkapnya.

Di sektor pertanian, kata dia, masyarakat masih mengeluhkan hal yang sama, yaitu kelangkaan dan mahalnya harga Tomat, Lombok dan Bawang, khususnya di Kota Kupang.

“Saya Kunker ke salah satu daerah di Timor, ternyata mereka melakukan panen yang luar biasa. Tetapi Kota Kupang justru kekurangan Cabe,” jelasnya.

“Jadi di Kota Kupang ini kalau tidak paham betul-betul pasarnya itu susah. Harus ada hubungan interaksi dan kolaborasi antar daerah,” jelas Viktor menambahkan.

Menurutnya, perlu ada langkah-langkah ekstrim untuk menanggulangi masalah yang ada, karena Provinsi NTT sangat miskin di segala bidang.

“Miskin dari manusianya. Bukan alamnya. Kalau alam NTT kaya. Jadi sekarang kita perlu bangun kecerdasan di banyak hal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah pertemuan yang dilakukan bersama para Bupati, diharapkan tidak lagi ada pengeluan terkait Cabe, Lombok, Bawang dan masalah lainnya. Karena akan memalukan diri kita sendiri.