Tema Wai Rebo diusung dalam kegiatan itu, karena lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat luar biasa. Karena aspek kehidupan sangat terwakili disana.
“Hubungan manusia dengan manusia bisa kita lihat dari relasi sosial masyarakat melalui gambaran dan bentuk Wae Rebo. Selain itu relasi manusia dan alam juga nampak dengan suasana Wae Rebo, relasi manusia dengan penciptanya juga nampak dengan pembangunan lingkungan Wae Rebo,” ungkapnya.
Alasan memilih Wae Rebo dalam kegiatan ini sebenarnya adalah budaya yang sudah bertumbuh jauh dengan model atau bangunan yang hingga saat ini dikagumi oleh banyak pihak bahkan dunia.
“Kami sangat mengharapkan anak-anak untukl mencintai Wae Rebo. Setelah mencintai, mereka merawatnya terus setelah merawat mereka kemudian menyebarkan informasi tentang Wae Robo,” ungkapnya.
“Selain itu, dalam tingkah laku mereka terutama dalam usaha memperkenalkan kepada orang lain dan itu hanya lewat mewarnai, sehingga sangat kuat dan terbesit di benak mereka,” terangnya.



Tinggalkan Balasan