Taman Baca Jari-jari Kasih Gelar Lomba Mewarnai

Kegiatan yang berlangsung di Aula Assumpta Katedral Ruteng pada Minggu 7 Agustus 2022 ini melibatkan 300 peserta dari lima sekolah, yakni Ruteng II, III, VI dan SDI Konggang.

Taman Baca Jari-jari Kasih Gelar Lomba Mewarnai. (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Taman Baca Jari-jari Kasih menyelenggarakan lomba mewarnai tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Assumpta Katedral Ruteng pada Minggu 7 Agustus 2022 ini melibatkan 300 peserta dari lima sekolah, yakni Ruteng II, III, VI dan SDI Konggang.

Kegiatan diselenggarakan dalam rangka Tahun Pariwisata Holistik 2022 oleh Keuskupan Ruteng, dengan mengusung tema ‘Aku Cinta Wae Rebo’.

“Kegiatan hari ini merupakan respon penentuan Tahun 2022 oleh Keuskupan Ruteng sebagai tahun pariwisata holistik. Kami berpikir bahwa pariwisata ini dimulai dari anak-anak,” ujar Mikael Ambon.

“Sehingga kami berpikir bahwa tahun ini juga merupakan tahun pariwisata holistik untuk anak-anak,” jelas Mikhael Ambon menambahkan.

Menurut Ambon, lomba mewarani merupakan salah satu cara yang digunakan, karena disana mereka bisa memainkan peran mereka dalam konteks kreatifitas.

“Sehingga kami kurang bicara tentang pariwisata. Tetapi kami biarkan mereka bermain tentang pariwisata dengan cara mewarnai diatas kertas,” jelasnya.

Tema Wai Rebo diusung dalam kegiatan itu, karena lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat luar biasa. Karena aspek kehidupan sangat terwakili disana.

“Hubungan manusia dengan manusia bisa kita lihat dari relasi sosial masyarakat melalui gambaran dan bentuk Wae Rebo. Selain itu relasi manusia dan alam juga nampak dengan suasana Wae Rebo, relasi manusia dengan penciptanya juga nampak dengan pembangunan lingkungan Wae Rebo,” ungkapnya.

Alasan memilih Wae Rebo dalam kegiatan ini sebenarnya adalah budaya yang sudah bertumbuh jauh dengan model atau bangunan yang hingga saat ini dikagumi oleh banyak pihak bahkan dunia.

BACA JUGA:  Polres Manggarai Diminta Profesional Tangani Kasus Penipuan Berkedok Arisan Online

“Kami sangat mengharapkan anak-anak untukl mencintai Wae Rebo. Setelah mencintai, mereka merawatnya terus setelah merawat mereka kemudian menyebarkan informasi tentang Wae Robo,” ungkapnya.

“Selain itu, dalam tingkah laku mereka terutama dalam usaha memperkenalkan kepada orang lain dan itu hanya lewat mewarnai, sehingga sangat kuat dan terbesit di benak mereka,” terangnya.

Terkait keterlibatan 5 sekolah karena memang ada kaitan dengan konteks “Taman Baca Jari – Jari Kasih”. Sebab, semuanya ada di tengah-tengah sekolah tersebut.

Dengan demikian, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, mensuport, dari berbagi pihak, sehingga terselenggaranya kegiatan itu dengan baik.

“Yang pertama itu IFG (Indonesian Financial Group), ini merupakan induk dari group perusahan jasa keuangan dan jasa asuransi, jadi dia sangat luar biasa untuk membantu  dan menyukseskan semuanya, kemudian Yayasan peduli Fundation, BPOPLBF, The Nagur’s Homestay, juga Paroki Katedral Ruteng,” ucapnya.

Pantauan KORANNTT.com, semua peserta dan panitia mengenakan busana adat saat kegiatan berlangsung, karena menurut mereka kegiatan merupakan satu kesatuan mewarnai dan masuk dalam konteksnya budaya.

Dari semua peserta lomba yang mengikuti dan lolos dalam penilaian juri yang di latar belakangi sebagai pegiat seni, diberikan hadiah berupa penghargaan baik uang tunai maupun dalam bentuk piala.

Untuk diketahui, kegiatan itu didukung oleh Peduli Foundation, BPOPLBF, The Nagur’s Homestay, dan Paroki Katedral Ruteng. (*)