UPG 45 Segera Buka Program Magister dan Lima Prodi Baru Jenjang S1

Kampus yang berlokasi di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini akan membuka lima program studi untuk jenjang S1, dan satu program Pasca Sarjana atau S2.

Wakil Rektor (Warek) I UPG 45 Kupang, Uly J. Riwu Kaho (Foto: Eman Krova)

Kupang, KN – Universitas Persatuan Guru (UPG) 45 Kupang, terus melakukan pembenahan dan pengembangan. Salah satunya adalah dengan cara menghadirkan sejumlah program sudi baru.

Kampus yang berlokasi di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini akan membuka lima program studi untuk jenjang S1, dan satu program Pasca Sarjana atau S2.

Lima program studi jenjang S1 yang segera dibuka oleh UPG 45 yakni IPA Terpadu, IPS Terpadu, Sosilologi, Pendidikan PGSD, dan PAUD.

Selanjutnya, program Pasca Sarjana Magister Manajemen pun bakal hadir di UPG 45 dengan 4 konsentrasi yakni Manajemen Keuangan, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran dan Manajemen Pariwisata.

Wakil Rektor (Warek) I UPG 45 Kupang, Uly J. Riwu Kaho, SP, M.Si, mengatakan, saat ini UPG dalam proses pengajuan legal standing untuk lima prodi baru S1 dan satu program Pasca Sarjana.

“Pengurusan legalnya sedang berjalan. Dan tadi kami baru mendapat informasi bahwa pengurusan legalnya sudah diterima, dengan beberapa catatan untuk diperbaiki,” ujar Uly Riwu Kaho kepada wartawan, Senin 1 Agustus 2022.

“Semoga dalam waktu dekat ijin operasionalnya sudah keluar dan diharapkan program studi itu dapat dicatatkan pada pangkalan data, sehingga kegiatan operasioal program manajemen ini sudah bisa berjalan,” tambahnya.

Menurut Uly Riwu Kaho, pihaknya membuka program magister manajemen di UPG 45 karena memang memiliki lulusan atau alumni pada program studi manajemen tingkat sarjana yang cukup banyak, dan tersebar di NTT.

“Sehingga merka dorong kami untuk membuka program studi magister manajemen. Jadi pada dasarnya itu permintaan dari para alumni yang saat ini tersebar di berbagai macam dunia kerja,” jelasnya.

Hasil studi kelayakan yang dilakukan sejak tahun 2015 silam, menunjukan bahwa tenaga pengajar untuk magister manajemen sudah mencukupi. Karena beberapa doktor produk asli UPG 45 sudah kembali dan siap untuk mengabdi.

BACA JUGA:  PMKRI Maumere Dukung Jaksa Ungkap Dugaan Korupsi di Dinkes Sikka

“Sehingga kita usulkan menjadi sebuah program studi yang mandiri dalam melaksanakan program studi magister manajemen di UPG 45 Kupang,” terangnya.

“Dari hasil kajian itu, kami ajukan permohonan rekomendasi, bahwa kami sudah layak untuk membuka satu program studi S2 dan lima program studi untuk S1,” jelasnya menambahkan.

Ia menambahkan, program studi baru yang bakal dibuka oleh UPG 45 lahir dari aspirasi masyarakat dan alumni yang telah menamatkan studinya di UPG 45.

Pihaknya juga telah membangun kerja sama dengan para kepala daerah di NTT, untuk mengirim para guru yang belum S1 atau S2 agar melanjutkan kuliah di UPG 45 dengan biaya yang sangat terjangkau.

“Jadi semua itu kita dapat masukan dari berbagai stakeholder, para guru dan pengelolah dinas di tingkat kabupaten maupun kota se-NTT,” ungkapnya.

UPG 45 mengusung misi sebagai organisasi yang ingin menghadirkan dan menggerakan semua masyarakat NTT untuk bisa menjangkau dan menikmati pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Karena kita tahu kempuan ekonomi kita yang masih dibawa dari daerah lain. Sehingga kita ingin tawarkan sebuah jasa pendidikan tinggi yang murah, tetapi bukan murahan,” jelas Uly.

Ia menambahkan, UPG 45 hadir sebagai sebuah institusi yang memiliki kualifikasi yang setara dengan perguruan tinggi lain. Sehingga, bagi masyarakat, jangan ragu untuk daftar dan mengenyam pendidikan di UPG 45 Kupang.

“Apalagi mereka yang terindikasi sebagai warga yang kurang mampu. Karena kami memiliki satu program kebijakan yang sangat pro terhadap masyarakat,” tandasnya. (*)

error: Content is protected !!