“Semoga dalam waktu dekat ijin operasionalnya sudah keluar dan diharapkan program studi itu dapat dicatatkan pada pangkalan data, sehingga kegiatan operasioal program manajemen ini sudah bisa berjalan,” tambahnya.

Menurut Uly Riwu Kaho, pihaknya membuka program magister manajemen di UPG 45 karena memang memiliki lulusan atau alumni pada program studi manajemen tingkat sarjana yang cukup banyak, dan tersebar di NTT.

“Sehingga merka dorong kami untuk membuka program studi magister manajemen. Jadi pada dasarnya itu permintaan dari para alumni yang saat ini tersebar di berbagai macam dunia kerja,” jelasnya.

Hasil studi kelayakan yang dilakukan sejak tahun 2015 silam, menunjukan bahwa tenaga pengajar untuk magister manajemen sudah mencukupi. Karena beberapa doktor produk asli UPG 45 sudah kembali dan siap untuk mengabdi.

“Sehingga kita usulkan menjadi sebuah program studi yang mandiri dalam melaksanakan program studi magister manajemen di UPG 45 Kupang,” terangnya.

“Dari hasil kajian itu, kami ajukan permohonan rekomendasi, bahwa kami sudah layak untuk membuka satu program studi S2 dan lima program studi untuk S1,” jelasnya menambahkan.